Berbagi pengalaman tentang kartu undangan pernikahan


Meski nilai pernikahan tetap jauh lebih penting dibanding kartu undangan pernikahan, saat ini kartu undangan pernikahan juga menjadi hal yang cukup penting dalam menyambut perayaan pernikahan.
Dari waktu ke waktu jenis kartu undangan pernikahan tentunya semakin beragam baik dari segi desain, materi, bentuk, maupun proses produksinya dengan menggunakan proses sablon ataupun mesin offset. Sebuah kartu undangan pernikahan tidak lagi dianggap hanya sebagai media yang mengundang kehadiran tamu saja, namun kartu undangan pernikahan semakin memiliki nilai dan pesan yang mewakili karakter dari calon pengantin maupun pihak keluarga yang turut mengundang. Nilai maupun pesan yang ingin disampaikan akan diaplikasikan melalui komposisi desain grafis, foto-foto calon pengantin, warna, material maupun bentuk.

Untuk kartu undangan yang diproduksi dengan mesin offset, meskipun pengalaman 5 tahun belumlah cukup bagi saya menjadi ahlinya namun kali ini saya berbagi pengalaman pribadi mengenai dunia percetakan dan mengenal kartu undangan pernikahan. Siapa tau hal ini cukup berguna bagi teman-teman yang (juga) akan melangsungkan pernikahan ataupun bagi teman-teman yang baru merintis bisnis percetakan :)

Dari sisi bentuk dan penggunaan materi pada dasarnya kartu undangan pernikahan dapat dikategorikan menjadi 2 jenis yaitu hardcover dan softcover. Undangan dengan materi yang tebal dan tipis.

Undangan hardcover, yaitu dimana materi undangan ini biasanya dibuat dengan menggunakan karton tebal +/- 1000 gsm yang kemudian dilapisi oleh kertas art paper (kertas linen, kertas concorde, kertas millenium, dll) maupun kertas tik yang telah dicetak sedemikian rupa. Fungsi karton pada undangan ini untuk menambah ketebalan dari sebuah undangan dan tentu saja menambah kesan ekslusifnya sebuah kartu undangan pernikahan. Proses pelapisan pada undangan ini dilakukan dengan menggunakan lem kertas khusus yang punya daya rekat kuat maupun pakai double side tape (terkadang biasa kita sebut doubletip). Hehehe.. sedikit maksa.. memangnya di hotel? koq pake tip segala.. Intinya doubletip dan selotip adalah bersaudara satu perguruan...:))

Kemudian adalah undangan softcover, yaitu undangan yang dicetak langsung pada berbagai art paper maupun kertas tik yang biasanya dengan bobot 210 - 300 gsm. Setelah selesai proses cetak undangan ini pun dapat langsung dipergunakan tanpa harus menunggu proses pengeleman seperti pada undangan hardcover.

Dari dua hal dasar di atas selanjutnya adalah mengenai materi yang mendukung sebuah kartu undangan pernikahan. Sebuah kartu undangan pernikahan sebaiknya dibuat melalui proses yang baik dan juga memiliki nilai artistik tersendiri. Karena selain memang memberikan fungsi menjaga daya tahan kartu undangan tersebut, hal ini juga dapat memberikan kesan yang elegan dan keseriusan untuk kita mengundang orang lain. Tapi gak sampai se-sakral sebuah pernikahan itu sendiri koq, gegege...

Laminating / Laminate
Secara awam mungkin sudah tau yang namanya laminating kecuali bagi teman-teman belum pernah punya KTP atau Ijazah sama sekali :). Pada proses pembuatan undangan pernikahan, proses laminating adalah hal yang cukup lazim dilakukan. Hal ini selain berfungsi menjadikan kertas undangan agar tidak mudah sobek, juga memberikan daya tahan jika tanpa sengaja terkena cairan yang dapat merusak permukaan kertas. Pilihan jenis laminating bisa menggunakan laminating glossy maupun laminating doff. Laminating glossy akan memberikan efek mengkilap, dimana laminating doff akan memberikan efek yang agak redup dan meredam pantulan cahaya. Banyak pihak mengatakan bahwa dengan menggunakan laminating doff akan memberikan kesan yang lebih ekslusif jika dibandingkan dengan laminating glossy. Namun secara pribadi saya tidak beranggapan demikian dengan alasan tersendiri. Pilihan tentu saja kembali ke kita dengan catatan dimana laminating doff memang lebih mahal dibanding dengan laminating glossy.

Foil (Hot Stamping Foil)
Foil atau lazim disebut dengan istilah poly. Pemberian materi foil pada beberapa informasi ataupun elemen desain di sebuah undangan. Hal ini sudah terbiasa kita temui dalam pembuatan skripsi di perkuliahan maupun dokumen yang dianggap berharga seperti sertifikat, dll. Proses ini dilakukan dengan mesin press dengan panas tertentu. Pada undangan pemberian foil selain menambah nilai elegan dan artisitik juga memberikan penegasan pada informasi yang cukup penting untuk disampaikan dan diingat, karena efek dari foil akan memberikan eye catching tersendiri. Pemberian foil pada undangan biasanya untuk nama mempelai, nama keluarga, informasi waktu dan tempat acara, juga untuk beberapa ikon pada cover undangan yang dianggap menarik dan penting.

Pita
Pita tentu saja akan memberikan kesan lebih cantik pada sebuah kartu undangan pernikahan. Namun menurut saya pita adalah materi yang sifatnya optional karena hanya cenderung memberikan kesan cantik kecuali pada jenis undangan pernikahan tertentu seperti undangan yang memiliki gulungan (klasik).

Beberapa hal di atas adalah hal yang sangat dasar menurut saya yang perlu diketahui di luar dari proses desain garfisnya. Pemilihan materi di atas tentu saja akan memberikan perbedaan harga produksi sebuah kartu undangan pernikahan, terutama bagi teman-teman yang memang memiliki budget terbatas untuk melangsungkan pernikahan. Penjelasan saya di atas juga untuk undangan yang sifatnya awam berbentuk flat dalam hasil produksinya.

Di artikel berikutnya saya akan mencoba memberikan tips memilih undangan pernikahan sesuai dengan budget tanpa meninggalkan kesan artistik dan keunikan dari sebuah kartu undangan pernikahan itu sendiri. Keep creative living and happy blogging! :)
Bookmark and Share

0 comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar untuk tulisan ini...
Mohon tidak melakukan spam yah.. :)